Masuk

Ingat Saya

Keluarga Institusi Teraman Bagi Pendidikan Anak

Keluarga Institusi Teraman Bagi Pendidikan Anak

Keluarga merupakan tempat mendasar bagi tumbuh kembang anak. Pergerakan zaman telah mengubah anak-anak menjadi pribadi yang ketergantungan dengan gadget. Orang tua pun bingung menghadapinya. Berlatar fenomena ini, Yayasan Fajar Sejahtera Indonesia (YAFSI) menggelar seminar Parenting Skill dengan tajuk “tips mendidik anak kreatif.”

Seminar ini merupakan bagian dari rangkaian acara Pesona Kreativitas Anak (PEKAN) 2016 di Taman Makam Pahlawan Nasional (TMPN), Sabtu (27/2). Seminar ini ditujukan bagi orang tua serta guru selaku pendidik yang berperan aktif dalam tumbuh kembang anak. Tujuan di­adakannya seminar untuk menambah wawasan dan pe­ma­haman orangtua perihal pentingnya pendidikan kreatif sejak dini. “Seminar ini dimaksudkan untuk me­nambah wawasan dan pemahaman orangtua tentang pen­didikan kreatif sejak dini”, jelas Badriyah selaku Ketua YAFSI.

Sebagai pembicara hadir Misran Lubis yang merupakan Direktur Eksekutif PKPA (Pusat Kajian Perlindungan Anak). Dalam penjelasannya Misran Lubis mengung­kapkan bahwa mendidik anak harus dengan cara menye­nangkan, “Jadikan keluarga sebagai institusi yang nyaman dan menyenangkan,” ungkapnya. Selain itu, selama se­minar berlangsung Misran juga memberikan beberapa tips mendidik anak usia 5 hingga 17 tahun melalui pema­haman materi keluarga menjadi dasar anak agar kreatif.

Misran juga memaparkan tahapan tumbuh kembang anak mulai dari perkembangan fisik (dapat dilihat secara fisik), perkembangan kognitif (meliputi perubahan-peru­bahan kualitatif), perkembangan emosi, perkem­bangan sosial serta perkembangan spritual dan moral.

Ia memberikan tips bagi orang tua dimana keluarga menjadi dasar pendidikan untuk membentuk anak yang kreatif, di antaranya tidak membatasi ruang gerak anak, memberikan arahan yang logis, sabar dan tekun menga­jarinya, menasihati degan penuh kasih sayang, menga­jarkan permainan yang kreatif dan mengajaknya liburan.

Misran menyebutkan masa tumbuh kembang paling baik anak adalah pada usia emas, “Anak berada pada masa kritis di usia emas yaitu 1 hingga 5 tahun. Pertum­buhan pada masa ini sangat pesat hingga 80% dan menye­rap lebih cepat dua kali lipat dari orang dewasa,” ungkap Misran saat memberikan materi.

Ia juga memberikan saran kepada orangtua selaku salah satu institusi pendidikan bagi anak, “Orangtua harus mendukung anak secara emosional dan membimbing anak menerima informasi. Misalnya, mendukung penga­laman tak menyenangkan, pengalaman yang menye­nang­kan, meningkatkan pemahaman anak atas dirinya, anak merasa bahwa kita memahami dirinya, dan pening­katan harga diri yang membuat anak merasa bahagia de­ngan dirinya,” ucapnya.

Selain itu orang tua juga harus memberi dukungan informasi kepada anak. Misalnya membantu anak lebih memahami dunianya, situasi-situasi dan pengalaman hidupnya, bantuan menyelesaikan tugas atau masalah dan menemani melakukan kegiatan yang menyenangkan. “Bukan berapa banyak waktu yang diberikan untuk keluar­ga tetapi kualitas waktu bersama keluargalah yang utama,” tambah Misran.

Dengan adanya seminar parenting skill diharapkan orang tua semakin bertambah wawasannya dalam mendi­dik anak agar kreatif dan mandiri. Tak hanya itu, melalui seminar ini orang tua juga diharapkan dapat lebih memahami hak-hak serta perlindungan terhadap anak. “Dari acara ini semoga orang tua bertambah wawasan dan kemampuannya dalam mendidik anak. Sehingga anak yang kreatif dan mandiri dapat terbentuk. Tak hanya itu, orang tua juga harus memahami hak-hak anak,” tutup Badriyah.

Dengan